Kamis, 24 Januari 2013

CARA KERJA CD PLAYER BERUPA SKEMA & FUNGSI BLOK


1.        POWER SUPPLY
Bagian Catu Daya atau yang lebih dikenal Power Supply REGULATOR adalah sebuah bagian pada VCD Player yang berfungsi sebagai penyedia atau pemasok tegangan listrik DC yang digunakan oleh semua perangkat kerja pada VCD Player. Pada bagian ini terdapat beberapa komponen seperti Transformator yang berfungsi sebagai penurun tegangan listrik DC sebelum disearahkan. Dan terdapat komponen-komponen yang lainnya.
Jadi secara umum prinsip kerja bagian ini adalah mengubah atau menyearahkan tegangan listrik AC menjadi DC sesuai yang dibutuhkan oleh masing-masing perangkat pada VCD Player.
2.        MEKANIK
Bagian Mekanik pada VCD Player adalah satu buah sistem perangkat kerja yang berfungsi sebagai penggerak atau pengatur keluar masuknya dan berputarnya CD Player .Pada bagian Mekanik ini komponen utamanya adalah sebuah motor. Motor penggerak putaran piringan yang berfungsi untuk mengontrol setiap gerakan putar dengan tingkat akurasi yang sangat presisi. Motor ini sangat membantu proses pembacaan trak yang memiliki putaran antara 200 sampai dengan 500 RPM.
Sistem Kerja dari perangkat ini adalah sebagai:
  • Terdapat sebuah laci yang berfungsi sebagai Pengatur keluar masuknya CD Player yang akan diputar.
  • Terdapat gigi atau poros yang berfungsi sebagai tumpuan atau as penggerak laci CD.
  • Dan yang paling utama pada bagian ini adalah tentunya motor penggerak dari semua proses kerja yang dilakukan oleh Mekanik VCD Player.
                     
3.        OPTIK
Bagian OPTIK dalam VCD Player ini berfungsi sebagai pembaca data dari keeping CD yang dimasukkan ke dalam VCD Player. Pada bagian ini terdiri dari sebuah komponen pembuat sinar laser warna merah yang diarahkan pada keeping CD yang dibaca. Sebuah laser dan lensa ini yang menjadi perangkat utama dalam memfokuskan pembacaan data dari piringan menggunakan penembakan sistem laser , biasanya laser ini sangat kompatibel dengan jenis piringan CD. Kalau CD bekerja pada laser dengan panjang gelombang 780 nanometer, sedangkan untuk DVD pada 635 atau 650 nanometer.
Optik VCD,DVD Player maupun Play Station sama bentuknya, namun optic dari DVD Player adalah yang paling mengalami kemajuan dari waktu ke waktu, sebagai contoh optik Blu-Ray pada DVD Player yang saat ini banyak menjadi bahan perbincangan oleh masyarakat elektronika.



4.        MPEG
MPEG adalah bagian dari VCD Player yang di dalamnya terdapat banyak IC (integrated circuit) yang masing-masing mempunyai prinsip kerja yang berbeda. Seperti IC penguat Video, IC penguat Audio dan beberapa macam IC lainnya.
Didalam MPEG juga terdapat komponen berbasis teknologi komputer yang dikemas dalam blok data berbentuk IC (Integrtated Circuit), dimana salah satunya mengarah ke modul DAC (Digital Analog Converter) yang memang berfungsi untuk menangani data audio dan video, atau bahkan langsung menuju ke komponen dengan format digital, seperti data video digital.




PEREKAMAN (RECORDING)

Cara Perekaman CD (Compact Disk). Cara perekaman suara secara digital telah dilakukan selama beberapa waktu. Berbeda dengan sistem perekaman analog, pada perekaman digital, gelombang suara dicuplik beberapa puluh ribu kali setiap detiknya. Dalam setiap cuplikan, amplitudo suara diukur, dan hasil pengukuran ini adalah suatu bilangan.Bilangan ini lalu direkam dengan menggunakan kode biner.
Kekurangan proses perekaman digital adalah, peralatan yang lebih rumit dan sistem penanda yang bekerja pada kecepatan sangat tinggi untuk memungkinkan laju pencuplikan yang sesuai, yaitu sekitar 40.000 cuplikan setiap detik. Bila suatu titik sinar laser dipusatkan pada piringan, sinar tersebut akan terpantul dari bagian permukaan yang tidak bertanda mewakili isyarat-isyarat digit 0 dan 1. Ukuran titik sinar ini sangatlah kecil sekali, yaitu suatu lingkaran dengan garis tengah satu mikron (seper sejuta meter), sehingga memungkinkan pengelompokan atau penyusunan titik-titik data (lubang atau tidak-lubang) yang sangat rapat.
Hal tersebut memungkinkan suatu pemutaran selama satu jam untuk satu piringan kecil, meskipun kenyataannya kira-kira 750.000 titik terbaca untuk setiap jalur dalam satu detik. Dengan demikian sama dengan kira-kira 88 juta titik dalam satu jam rekaman stereo. Sistem perekaman CD (Compact Disk) tersebut sudah mencakup perbaikan kesalahan, sehingga ada bilangan-bilangan tambahan yang direkam untuk bertindak sebagai pemeriksa data yang direkam yang dapat digunakan untuk mengimbangi kesalahan-kesalahan akibat goresan-goresan atau debu.
Kelebihan hasil dari cara perekaman CD (Compact Disk) ini, karena tidak adanya benda mekanik yang mengenai permukaan piringan, maka pemutaran piringan tidak akan mengauskan ataupun menyebabkan penyimpangan dalam mutu suara dari musik yang direkam. Sinar laser yang membaca titik-titik mulai dari bagian dalam piringan dan lambat laun bererak keluar. Karena kecepatan pergerakan titik-titik melewati sinar laser harus konstan, maka piringan berputar pada kecepatan maksimum (500 RPM) ketika sinar laser membaca jalur-jalur dalam dan berputar lebih lambat (200 RPM) ketika membaca jalur-jalur luar. Jarak antar jalur dengan jalur disampingnya adalah 1,6 mikron, sehingga kedudukan sinar laserpun harus dikontrol secara teliti sekali.
Cahaya sinar laser melalui sebuah prisma dan dipusatkan pada permukaan piringan. Cahaya yang dipantulkan, kemudian dipantulkan kembali dari prisma ke dalam sel peka cahaya (photocell) yang mengubah isyarat listrik. Keluaran listrik dari sel ini, kemudian diproses sehingga bisa diperoleh suatu salinan dari isyarat suara yang asli. Daya laser sangatlah rendah, yaitu 1 mW, karena hanya perlu menerangi permukaan yang sangat kecil. Laser hanya dapat dinyalakan apabila ada piringan dalam tempatnya dan gerakan pemutaran dijalankan.
Hasil dari perekaman Compact Disk ini, membuat data teknis dari sebuah perangkat CD cukup mengagumkan, dengan jangkauan frekuensi dari 20 Hz sampai 20 kHz, dengan perbandingan sinyal ke noise (S/N) mencapai 90 dB dan jumlah distorsi padanan 0,005 persen. 


PEMBACAAN (READING)

Blok pembacaan data ini, sama, baik untuk CD Audio Player, VCD Player, MP3 Disk Player, CD-ROM komputer, maupun Play Station, terdiri dari suatu sistim mekanisme, terdiri dari laci disk yang bisa keluar masuk, mekanisme yang menurunkan optic block dan spindle motor / pemutar disk, saat laci akan keluar dan menaikkan optic block dan spindle motor, saat laci di dalam.
Setelah laci masuk, optic block dan spindle motor naik, mikrokontroler akan mendeteksinya melalui sakelar di laci, kemudian akan memberikan tegangan ke laser diode pada optic block, sehingga akan muncul sinar merah, yang menembus prisma, lensa, piringan.
Kalau ada disk, sinarnya dipantulkan, menembus kembali lensa, prisma dibelokkan dan mengenai sensor.
Kalau tidak ada disk, maka sensor tidak menerima sinar dan kalu hal ini terjadi, maka setelah beberapa detik, maka mikrokontrol akan menampilkan NO DISK pada display dan semua proses akan berhenti.
Kalau sensor menerima sinar, maka mikrokontroler akan memberikan tegangan sedemikian ke kumparan focus lensa, beberapa kali, sehingga lensa akan naik turun dan berarti, sensor akan menerima sinar, gelap terang. Kemudian mikrokontroler akan mendeteksi pada tegangan berapa, sinar yang diterima sensor paling terang dan kemudian diberikanlah tegangan tersebut sehingga sinar yang diperoleh, yang paling terang.
Kalau kondisi ini tidak diperoleh, maka mikrokontroler akan menampilkan NO DISK pada display dan semua proses akan berhenti.
Kalau kondisi ini tercapai, maka mikrokontroler akan memberikan tegangan ke motor spindel untuk memutar disk. Dengan diputarnya disk, maka dimulailah pengambilan data oleh sensor-sensor, sehingga jalur data pada disk yang berbentuk helical, dari bagian dalam disk berputar, mulai keluar sedikit-sedikit, diamati dan diproses, kalau menyimpang, maka mikrokontroler akan memberikan tegangan ke kumparan tracking lensa untuk bergeser keluar masuk as, sedemikian sehingga sekarang sinar akan mengikuti jalur data.Begitu pergeseran lensa mencapai akhir, maka mikrokontroler akan memberikan tegangan ke motor tracking, untuk menggeser keseluruhan optic block 1 langkah dan proses penelusuran dijalankan kembali.
Setelah mendapatkan data-data tersebut, maka data-data diproses oleh blok pemroses data untuk ditentukan apakah datanya berupa AUDIO CD, VCD, MP3 CD atau apa dan kemudian akan di salurkan ke masing blok diagram untuk diproses menjadi gambar dan suara seperti aslinya.
Mikrokontroler juga akan menerima perintah dari tombol-tombol di panel atau melalui remote control untuk mengendalikan sistim untuk Play, Stop, REW, FF dan sebagainya.







1 komentar: